Selasa, 11 September 2012

Penyesalan

Semua yang telah berlalu
t’lah membuatku mengingkari janjiku sendiri
janji yang membawa penyesalan
t’lah membuatmu kecewa
t’lah membuatmu berpaling dari hati ini

Dalam tidur setiap malamku
terlelap dalam gelap berharap mendapat ketenangan
ketenangan dan ketentraman yang kuharap
hanya impian semata

Karena ketenangan dan ketentraman
berada dalam dirimu Cintaku
Maafkan aku atas semua kebodohanku
maafkan aku atas penyia-nyiaan ku terhadapmu Cintaku
Sugguh ku mencintai, menyayangi dan mengasihi dirimu…

Selasa, 03 Juli 2012

Lelah

Kulangkahkan kaki ini tanpa tujuan
Yang ada hanya khayalan dan angan-angan
Ku ingin ini dan itu tapi tak tercapai
Sungguh lelah kujalani

Kegiatan yang sudah terencana
Pupus sudah hanya dengan satu kesalahan
Aku harus bangkit dari keterpurukan
Tapi ku telah lelah

Kuingin belaian kasih sayangmu
Kuingin perhatianmu
Disaat ku lelah kuingin senyemanmu
Yang membuat rasa lelahku menghilang


Senin, 02 Juli 2012

Selamat Sore Cinta

Mentari kian turun tak tampak akan sinarmu
Sebagai penggantinya rembulan yang akan menyinari bumi ini

Andai engkau tahu.
Biorama irama malam penuh tanya.
Aku kira ini malam panjang.
Dan aku merasa, mungkin
sengaja ia tutup persegi cahaya, lagi
dengan tirai permata biru, seakan ingin
relung senyum mu tak lekas lepas
dari bingkai malamku

Kuletakkan semua tentangmu
Dalam hatiku penuh rindu
Kuperhatikan satu demi satu
Tak ada yang membuatku jemu

Surya bentangkan mega
Dengan senyum merah warna
Melukiskan indahnya sapa
Pesanku untukmu disana

Selamat Sore Cintaku!!!


Minggu, 01 Juli 2012

Selamat Tidur Sayang

Untuk sesaat
Tengoklah keluar jendela betapa bulan itu penuh menyayangimu
Betapa bintang tetap mengajakmu tersenyum

Biarkan angin mengusap wajahmu
Rasakan lembutnya kasih alam makin mengajakmu terbang
Nikmati damai nirwana rebahkan ragamu

Kuucapkan pada angin
Bias anganku yang dingin
Saatnya telah tiba
Untuk aku menutup mataku

Menatap ruang peraduan
Menatap kotak impian
Beralas bumi yang kucintai
Aku kembali merajut mimpi

Kuucapkan dalam kalbu
Selamat tidur hanya untukmu
Sang dewi gita asmara
Yang terlupa akan aku ada

Pejamkan matamu
Biarkan damai itu mengajakmu menemui kekasih sejatimu…

Aku bisikan sebuah kata
Sebagai penghantar tidurmu
Aku baluri tidurmu dengan doa
Sebagai penjaga atas tidur nyenyakmu

Sabtu, 30 Juni 2012

Ketika Ingin Menikah

Wahai Rabb semesta alam, Ku ingin menikah atas perintahMu, Sungguh ku sangat khawatir tak mampu menjalankan perintahMu Tak berpijak nafsu atau kepentinganku, tapi tuk harap ridhaMu Wahai Maha Penggerak hati, Izinkanlah hati ini tunduk dalam biduk cinta keshalihan Terpatri ikrar Ilahiyah dan tauhid Jangan kau biarkan hatiku keras membatu karena nafsu Terombang ambing atas cinta, harapan fana nan semu Kini hatiku gelisah tak menentu ya Rabb Air mata seolah tak terbendung karena khawatir akan fitnah Takut akan kehancuran pribadiku karena godaan setan mengusik sepanjang waktu Iman ini mulai rapuh dan ragu pada janjiMu Ku sadari ya Rabb, saat ini pernikahan adalah ujian terbesarku Orientasi dan kecintaan pada diriMu kini kau uji Kau suguhkan harta, tahta, dan paras menarik semata Ya Rabb lindungi dan mampukan diriku, untuk lolos ujianMu Jangan gagalkan aku memperoleh ridhaMu ya Rabb Kusadari begitu banyak pejuang yang gagal dalam ujian ini Terbelenggu oleh duniawi dan kebahagiaan sesaat Terjebak oleh nafsu dan romantika keruh Melepaskan perjuangan hingga hilang hanyut dalam kenistaan cinta yang fana Banyak cinta yang datang menghampiri dan aku resah ya Rabb Ketika itu tak lahir dari syariatMu Bukan dalam kerangka iman dan Islam Bukan untukMu tapi hanya untukku Ya Rabb, hanya padaMu aku berkesah Karena hanya padaMu aku berlindung dan memohon Tunjukilah jalan yang lurus dan benar ya Rabb Jalan yang kau ridhai bukan jalan yang kau celakakan Mampukan aku memenuhi perintahMu untuk menikah Hindarkan dari kehancuran dan kehinaan Kokohkan niat untuk melangkah dalam kesucian Luluskan dalam menghadapi ujianMu

Senin, 04 Juni 2012

Carry On - Nicky Astria






Andai dunia tanpa cinta
Gelaplah hidupmu dan hilang rasa
Jangan pernah engkau menyerah
Kuatkan dirimu untuk terus melangkah

Carry on, carry on, buka mata hatimu
Jangan kau padamkan harapan dan cintamu
Carry on, carry on, waktu terus berlalu
Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on

Dengan cinta di hatimu
Hangatkan jiwa dan terang hidupmu
Mengapa kau takut dan sembunyi
Kini saatnya tunjukkanlah dirimu

Carry on, carry on, buka mata hatimu
Jangan kau padamkan harapan dan cintamu
Carry on, carry on, waktu terus berlalu
Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on
(carry carry on) carry on (carry on)

(carry on, carry on, buka mata hatimu
Jangan kau padamkan harapan dan cintamu

Carry on, carry on, waktu terus berlalu
Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on) carry on

Carry on, carry on, (buka mata hatimu
Jangan kau padamkan) jangan kau padamkan
(harapan dan cintamu) harapan dan cintamu, carry on
(carry on, carry on, waktu terus berlalu
Berani melangkah ikuti nuranimu, carry on) carry on, carry on

Dowwnloud Lagunya Disini

Jumat, 01 Juni 2012

Definisi Cinta





Aku bertanya pada alam semesta tentang arti “CINTA”, lalu satu demi satu mereka menjawab…

Bumi menjawab:

“CINTA adalah hamparan tempat tumbuh segala bahagia dan harapan akan itu. Ia memang diinjak dan dihinakan, tetapi ia tak peduli. Pikir Cinta hanya memberi, dan itu sajalah inginnya.”

Air menjawab:

“CINTA adalah hujan yang menumbuhkan benih-benih rasa kesukaan, kerelaan akan keterikatan, kerinduan dan kesenduan, atau samudera kasih yang luas sebagai naungan segala perasaan


Api menjawab:

“CINTA adalah panas yang membakar segala, ia memusnahkan untuk dapat hidup dan menyala. Demi merasakannya, makhluk rela terbakar dalam amarah dan kedurhakaan.”

Angin menjawab:

“CINTA adalah hembusan yang menebar sayang tanpa tahu siapa tujuannya. Orang bilang ia buta, sebab itu inginnya. Ia tak terlihat, tapi tanpanya segala raga akan hampa.”

Langit menjawab:

“CINTA adalah luasan tanpa batas. Luasnya tiada makhluk yang tahu. Kecuali bahwa cinta itu bahagia yang biru, atau derita kelam yang kelabu

Matahari menjawab:

“CINTA adalah hidup untuk memberi energi kehidupan dan cahaya harapan. Ia tak akan lelah memberi sampai ia padam dan mati.”

Pohon menjawab:

“CINTA adalah akar yang menopang segalanya. Ia tulus hingga tak perlu terlihat dan dikenal. Tapi ia terus memberi agar batang bahagia tetap kokoh abadi, berbuah dan berbunga indah.”

Gunung menjawab:

“CINTA adalah rasa yang menjulang tinggi. Rasa itu demikian tenang dan menyejukkan. Namun saat gundah, Ia akan meleburkan sekelilingnya dengan lautan lava cemburu yang membara.”

Lalu, Aku bertanya pada CINTA:

“Wahai CINTA, apakah sebenarnya arti dirimu??”

CINTA menjawab:

“CINTA adalah engkau patuh terhadap-Nya, meski kau tak melihat-Nya. Engkau tidak mencium-Nya atau meraba-Nya, tapi engkau patuh karena engkau merasa akan hadir-Nya. Sebab CINTA bukan indera, tapi adalah rasa.”

“CINTA adalah engkau takut akan amarah-Nya, dan takut jika Ia meninggalkanmu. Takut jika Ia tak menyukaimu lagi. Lalu engkau mencari-cari alasan untuk selalu dekat dengannya, bahkan jika engkau harus menderita, atau yang lebih mengerikan dari itu.”

“CINTA adalah engkau menyimpan segala harapan pada-Nya dan tidak pada yang lain. Engkau tidak mendua dalam harapan, dan demikian selamanya. Cinta adalah engkau setia menjadi budak-Nya, yang engkau hidup untuk-Nya dan mati untuk kesukaan-Nya akan dirimu, hidup dan mati untuk Dia. Engkau berusaha sekerasnya agar engkau diakui, hanya sebagai budak, sebagai hamba.

"Diatas segalanya, CINTA adalah engkau merasa kasih sayang yang tunggal yang tidak engkau berikan pada yang lain, selain pada-Nya. Engkau rindu akan hadir-Nya dan melihat-Nya. Engkau suka apa yang Ia sukai dan benci apa yang Ia benci, engkau merasakan segala ada pada-Nya dan segala atas nama-Nya.”


♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♫•*¨•*¨*•♫♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥



Aku lantas bertanya pada CINTA:

“Bisakah aku merasakannya?”



Sambil berlalu CINTA menjawab:

“Selama engkau mengetahui hakikat penciptaanmu dan bersyukur dengan apa yang Dia beri, maka itu semua akan kau rasakan, percayalah padaku tambahnya….”





Aku pun Berteriak, “Wahai KAU SANG MAHA PECINTA terimalah cintaku yang sederhana ini, izinkanlah aku merasakan cintaMu yang Maha Indah…”